Feeds:
Posts
Comments

Perbincanganku dengan seorang teman membuatku berpikir lebih dalam tentang aktivitas mengingat dan melupakan sesuatu. Sekilas aktivitas itu merupakan aktivitas yang sudah biasa dan wajar. Namun jika kita lihat lebih dalam ada sesuatu yang bisa kita manfaaatkan lebih banyak. Mengingat dan melupakan berkaitan dengan semua hal yang berhubungan dengan perasaan. Ia berkaitan dengan bahasa cinta, kasih sayang, dan semua yang melingkupinya. Ia berkaitan dengan impian, cita-cita dan semangat. Ia berhubungan dengan perasaan kehilangan, kesedihan, dan rasa sakit yang tak terhingga. Dialah yang menjelaskan kebangkitan dan keterpurukan.

Menurutku mengingat itu seperti memutar kembali rekaman video. Semakin tinggi kualitasnya semakin jelas gambarnya. Semakin lebur pula diri kita bersamanya. Mungkin seperti itulah aktivitas yang terjadi dalam proses mengingat di dalam kepala kita. Proses mengingat ini secara sadar atau tidak akan berujung pada dua kesimpulan besar: i) kesedihan dan ii) kegembiraan.

Kesedihan adalah manifestasi dari kegagalan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau kehilangan dari sesuatu yang sangat kita cintai, apapun itu. Tingkat kesedihan berbanding lurus dengan seberapa besar kita mencintai sesuatu itu. Semakin kita mencintai semakin tinggi pula tingkat kesedihan yang terjadi bila kita gagal mendapatkannya atau kehilangan darinya. Pematik dari kesedihan itu berawal dari proses mengingat. Mengingat bahwa kita telah gagal mendapatkan sesuatu yang sangat kita impikan atau mengingat bahwa kita kehilangan sesuatu yang sangat kita cintai.

Bagian ini adalah bagian yang paling berat. Setiap orang hampir pasti mengalami bagian ini. Air mata adalah teman setianya. Kesedihan yang dalam dapat mengubah seseorang menjadi manusia yang tidak dapat kita bayangkan sebelumnya. Seringkali kita tidak dapat menghindar dari mengingat kesedihan itu. Saat itu kita seperti memutar rekaman kehidupan masa silam yang menyedihkan. Kemudian kita luluh dan lebur bersama potongan gambar-gambar itu. Ketika itu terjadi maka cara kerja kesedihan pun dimulai. Perasaan kehilangan dan sakit yang sangat membuat seseorang luluh lantak dan tidak berdaya. Dalam kondisi seperti itu rekaman dan potongan gambar-gambar itu, secara sengaja atau tidak, akan masuk kembali dan menyeruak memenuhi ruang ingatan kita. Semakin lama kita berada di bagian ini semakin lama pula kita menderita dan terus tak berdaya dalam kesedihan.

Aku pernah masuk ke dalam bagian yang berat ini. Aku juga yakin orang-orang seusiaku juga pernah masuk ke dalam bagian ini. Tidak mudah memang untuk keluar dari wilayah ini. Tapi kita HARUS keluar dari sini. Menurutku jalan keluar terbaik adalah melupakan. Melupakan semua potongan gambar-gambar yang menyakitkan dan melupakan semua rekaman kehidupan masa silam yang menyedihkan itu. Menjadi manusia baru yang penuh semangat.

Proses mengingat juga akan mengantarkan seseorang ke tempat yang sama sekali berbeda dari kasus pertama. Mengingat juga akan berujung pada kegembiraan. Kegembiraan dapat didefinisikan sebagai kesedihan secara terbalik yaitu menifestasi dari keberhasilan mendapatkan sesuatu yang kita sukai atau menemukan sesuatu yang kita inginkan. Saat seseorang berada dalam kondisi ini ia akan merasakan sesuatu yang menyenangkan. Menurutku mengingat kegembiraan lebih sulit dari mengingat kesedihan. Ingatan tentang kegembiraan lebih cepat luntur seiring waktu. Bahkan karunia kegembiraan yang terus menerus akan melunturkan rasa nyaman kegembiraan itu sendiri. Pada titik tertentu seseorang tidak akan bersyukur atas karunia yang telah diberikan kecuali bila karunia itu dicabut. Itulah cara Tuhan agar kita tidak lupa atas pemberianNya.

Mengingat kegembiraan juga berarti memutar rekaman video masa depan yang belum ada saat ini. Proses ini seperti melihat miniatur maket pada gedung yang belum dibangun. Seolah-olah seperti menghadirkan kegembiraan masa depan yang belum ada ke masa kini. Seperti mencicipi kegembiraan masa depan. Mengingat “maket” berarti pula mengingat impian, mencengkram cita-cita, mengobarkan semangat dan mengejar harapan. Mengingat “maket” tidaklah mudah. Pada saat-saat tertentu seseorang akan melupakan miniatur gedung impiannya. Saat itu pula ia telah melupakan impiannya.

Untuk seseorang yang saat ini sedang berada dalam kesedihan, lupakanlah kesedihan itu. Sambutlah masa depan yang cerah. Untuk seseorang yang saat ini sedang dalam kegembiraan, jangan pernah lupa bahwa itu adalah karunia. Bersyukurlah.

Untuk Icha Novrika Olantia, Pita Feita Puspita Murti, Kiki Aulia Rizkyta, Siska Neni Presiskawaty dan Rini Fadhillah Putri.

Inspired by Icha

Tentang Cinta

Menurutku emosi dan rasio adalah dua hal yang sangat berseberangan. Jika seseorang mengedepankan emosi maka pikiran rasional menjadi semakin tidak dipertimbangkan. Demikian juga sebaliknya jika seseorang mengedepankan rasio maka perasaan emosional menjadi semakin dipinggirkan. Emosi dan rasio harus berjalan seimbang. Kerusakan keseimbangan itu akan berakibat buruk.

Pada titik ekstrim seseorang yang berada pada puncak emosi akan kehilangan pertimbangan rasionalnya. Dalam pandangan umum orang tersebut bertingkah dan berlaku di luar akal sehat bahkan kadang-kadang seperti orang yang sangat bodoh atau bahkan hilang akal. Hal itu terjadi karena perbedaan frekuensi emosional antara subjek minor dan komunitasnya.

Cinta adalah salah satu organ dari system organ emosi. Cinta adalah tema klasik yang tidak akan kadaluarsa untuk diteliti, dibahas dan diperbincangkan karena ia bersifat universal. Aku yakin semua manusia telah merasakan cinta. Apa yang kita rasakan ketika kita jatuh cinta? Setiap orang punya pengalamannya sendiri. Yang jelas ada semacam chemistry yang diproduksi oleh tubuh dalam kondisi itu. Tapi paling tidak chemistry yang timbul karena cinta akan membuat semacam euphoria yang indah dan menyenangkan. Hal itu membuat semacam ada perasaan ingin terbang dan melayang-layang. Sedangkan secara fisik akan membuat detak jantung lebih cepat dari biasanya.

Chemistry itu mirip seperti drugs, kalau boleh berpendapat cinta itu dapat membuat drugs alami secara spontan dalam tubuh manusia. Seseorang yang mengkonsumsi cinta akan mengalami respon fisik dan psikis yang mirip sebagaimana seorang pecandu walaupun secara realitas sangat berbeda. Karena cinta adalah bagian dari emosi maka tingkah laku cinta akan berpedoman pada cara kerja emosional yang sangat berseberangan dengan logika rasional.

Seseorang yang jatuh cinta secara berlebihan akan menghasilkan chemistry yang berlebihan pula. Karena cara kerjanya mirip drugs, seseorang yang jatuh cinta secara berlebihan mirip seperti pecandu berat. Ketika itu akan terjadi euphoria berlebihan yang membuat dunia menjadi begitu indah dan menyenangkan. Ketika itu pula ia akan berada pada titik di dekat puncak emosi dimana pertimbangan logika rasionalnya hampir tiada.

Pada kondisi seperti itu sebenarnya ia berada dalam bahaya dan rentan resiko. Jika tiba-tiba timbul masalah dalam kisah cintanya dan akhirnya harus “putus” maka ia benar-benar seperti pecandu berat yang dipaksa berhenti mengkonsumsi drugs. Rasanya akan sangat menyakitkan. Tingkat penderitaannya akan berkorelasi dengan seberapa dalam tingkat kecanduannya dalam bercinta. Pada pecandu drugs akut resiko paling ekstrim adalah kematian. Begitu pula dengan pecinta akut, kematian adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Banyaknya berita bunuh diri akibat “putus” cinta membuktikan hal itu.

Aku bukanlah manusia yang anti-cinta. Aku juga tidak sedang mengharamkan cinta dengan mengasosiasikan cinta dengan drugs. Aku pun pernah merasakan cinta. Aku pun sependapat kalau dunia ini dipenuhi dengan cinta karena dengan cinta dunia ini terasa lebih indah dan menyenangkan. Dengan cinta kebencian akan sirna. Dengan cinta dunia ini akan damai, tidak ada lagi peperangan. Dengan cinta manusia akan tolong-menolong menciptakan dunia yang lebih baik. Betapa indah jika kita dapat melakukan segala hal dengan cinta.

Aku hanya ingin menunjukkan cara kerja cinta agar dapat melihat apa yang terjadi di dalam diri ketika kita jatuh cinta, terlepas dari keshahihan dalam pandangan ilmu psikologi. Kepada para pecinta jagalah cinta itu agar senantiasa bersih dan suci. Selamat bercinta karena dengan cinta dunia akan terasa lebih indah dan menyenangkan…

Ramadhan

Bagiku ramadhan kali ini berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Ramadhan kali ini adalah ramadhan pertama setelah aku lulus dari fakultas teknik UI. Biasanya ujian tengah semester pada semester ganjil selalu terjadi saat ramadhan. Sehingga ramadhan memang menjadi bulan yang penuh “ujian”. Karena aku jarang belajar di awal semester maka ujian baik UTS ataupun UAS menjadi saat-saat yang melelahkan. Biasanya aku sakit setelah ujian karena overdosis belajar menjelang ujian. Sebenarnya inginnya tidak seperti itu. Inginnya seperti teman-teman lain yang bisa belajar dengan normal. Tapi aktivitasku yang cukup padat di kampus seringkali memaksaku untuk seperti itu.

Kadang-kadang aku kesal sendiri dengan pola hidup seperti itu karena seringkali dari pagi-pagi hingga larut malam aku masih sibuk dengan urusan organisasi baik di kampus maupun di asrama. Setibanya di kamar tenagaku sudah terkuras habis. Saat itu aku berpikir betapa enaknya teman-teman yang tidak punya aktivitas selain kuliah dan belajar. Mereka punya waktu senggang yang banyak dan dapat digunakan untuk melakukan apa saja yang mereka mau.

Rupanya Allah Maha Tahu, setelah sidang tugas akhir selesai aku benar-benar di karuniakan waktu senggang yang banyak sekali. Pada pertengahan Juli aku sudah menyelesaikan sidang tugas akhir. Sementara PPE Bank Niaga baru mulai pada pertengahan Oktober 2008. Jadi terhitung pertengahan Juli, Agustus, September, hingga pertengahan Oktober 2008 aku mempunyai waktu senggang yang melimpah. Sebenarnya aku ingin melakukan intership di British Council tapi gagal, aku juga ingin menyelesaikan proyek lomba buku dari Diknas tapi belum selesai hingga waktu yang ditentukan, sempat juga kepikiran untuk ngajar tapi pada akhirnya tidak jadi. Jadilah aku jobless alias nganggur, apalagi setelah keluar dari asrama PPSDMS. Aku merasa kesepian, nothingness

Sekarang aku bisa merasakan bahwa tidak ada pekerjaan adalah jauh lebih buruk dari terlalu banyak pekerjaan, dan busyness adalah sangat menyenangkan dibandingkan emptiness. Aku sangat menyukai ungkapan yang pernah dikirimkan melalui sms oleh temanku dari FE:

Life is only traveled once; today’s moment becomes tomorrow’s memory.

Enjoy every moment, good or bad, because the gift of life is life itself.

Saat ini aku banyak merenung tentang apa saja. Tentang cinta, harapan, masa depan, pilihan-pilihan hidup, pernikahan, keluarga, persahabatan, kebahagiaan, rasa kehilangan, tentang Tuhan, hidup dan arti kehidupan. Kalau aku merenung aku merasa ingin menangis karena ketika aku merenung ingatan-ingatan kehidupanku bermunculan menghampiriku. Seringkali memori-memori itu adalah memori yang sangat menyakitkan. Tapi sekali lagi aku harus menyukurinya karena karunia dari hidup adalah kehidupan itu sendiri.

Ucapan Terima Kasih

Pertama-tama aku ingin bersyukur kepada Allah swt atas segala karunianya sehingga aku dapat menyelesaikan pembuatan tugas akhirku di Departemen Metalurgi dan Material FTUI tepat pada waktunya. Terima kasih aku haturkan kepada pembimbing skripsiku Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi Seodarsono, DEA atas segala bimbingan dan dukungannya sehingga tugas akhirku dapat diselesaikan dengan baik. Secara khusus aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Masyarakat Nanoteknologi Indonesia Dr. Nurul Taufiqurrahman dan mahasiswa program doktor Bang Agus Sukarto, M.Sc atas bantuannya dalam pengambilan foto FESEM beberapa sampelku di Universitas Kagoshima Jepang.

Kuucapkan terima kasih pula kepada karyawan, teknisi dan engineer Departemen Metalurgi dan Material FTUI yang telah banyak memberikan dukungan untuk melaksanakan percobaan tugas akhir: Pak Mujirin, Pak Zaenal, Bang Anton, Bang Andre, Bang Deny, Bang Iyong, Bang Baim dan Bang Aduy.

Untuk teman-temanku penghuni lab korosi yang juga melakukan percobaan bersamaku: (Cemet ‘04) Eka, Tami, Chumi, dan Tika serta Sandi dan Martino.

Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen-dosenku yang tak lelah membimbingku selama empat tahun masa pendidikan sarjanaku. Aku haturkan terima kasih kepada Dr. Ir. Sotya Astutiningsih, M.Eng yang telah memberikan bimbingan kerja praktek di PT. Freeport Indonesia. Terima kasih kepada dosen pembimbing akademikku Dwi Marta Nurjaya, ST, MT. Terima kasih kepada Dr. Ir. Sri Harjanto yang telah menjadi pembimbing dalam kompetisi LKTM FTUI dan Mawapres FTUI. Aku sampaikan terima kasih pula kepada semua dosen Departemen Metalurgi dan Material FTUI yang telah mengajarku: dosen favoritku Ir. Bondan T. Sofyan, M.Si, Ph.D, dosen yang kukagumi Dr. Akhmad Herman Yuwono, ST, M.Phil.Eng, duo dosen yang paling menghibur Dr-Ing. Ir. Bambang Suharno dan Ir. Bustanul Arifin, M.Phil.Eng, Ir. Andi Rustandi, MT, Prof. Dr. Ir. Anne Zulfia, M.Phil.Eng, Badrul Munir, ST, M.Sc, Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, Ir. Donata Dhaneswara, M.Si, Ir. Myrna Ariati, MS, Ir. Rahmat Saptono, MSc.Tech, Ir. Rini Riastuti, M.Sc, Dra. Sari Katili, MS, dan Dr. Ir. Winarto, MSc.Eng.

Dalam kesempatan ini aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuaku Ibunda Titin Hartiningsih dan Ayahanda Syarif Asrozi yang telah merawat, mendidik dan menyayangiku sejak kecil. Adik-adikku yang selalu kurindukan Beni, Galih dan Rika, semoga menjadi putra-putri kebanggaan bangsa ini kelak.

Aku ingin menghaturkan terima kasih kepada Direktur PPSDMS Nurul Fikri Ustadz Drs. Musholli, sungguh kajian yang diberikan telah meresap ke dalam hati dan menyatu dengan pemikiranku. Pengurus yang lain: Plt Ketua Regional I Bang Arief Munandar, SE., ME, training-“training” itu akan membentuk karakter masa depanku. Manajer program yang sangat akrab Bang Ikhsan, SE, terima kasih atas evaluasinya. Bang Bachtiar, MPP, dengan semangatnya, Bang Adji, S.Si, Pak Sapto, M.Sc, Pak Slamet, S.Si, Bu Nancy, SE dan newcomer Bang Anam, ST. Para supervisor regional I: Bang Berno, SKM, Bang Ahmad, SKM, Bang Ivan, S.Si, masa ketiga supervisor itu adalah masa yang menyenangkan dan juga masa-masaku saat “banjir prestasi”, Bang Budiman, S.Sos, MA, Bang Arya, dan Bang Ai. Terima kasih pula kepada teman-teman PPSDMS regional I: Habibi, Riski AW, Kamil, Harry, Zhajang, Deny, Afif, Tegar, Agung, Andy “keren”, Hasan, Refi “sweet”, Ucok, Zulfadli, Edwin, Andi I, Surya, Dasril, Riski G, Rahmat, Adhi, Hans, Dimas, Safri, Dedi, Arif, Ozenk, Hanum, Saprol, dan Faisal.

I would like to say thank you for Chairman of Goodwill International Foundation Mrs. Mizue Hara and Goodwill Executive Board who spend much of the time and energy to support my study. I also say thank you very much to my sponsors Mr. Steve Askew and Mr. Charles Pollard.

I Feel Sad

“Dengan menyebut nama Allah atas jiwaku, hartaku dan agamaku. Ya Allah jadikanlah aku ridha dengan apa yang Engkau tetapkan dan jadikanlah barokah apa yang telah Engkau takdirkan. Sehingga tiada keinginan untuk menyegerakan apa yang Engkau tunda dan menunda apa yang Engkau segerakan.”

Jam 11 siang. Saat itu tepat mata kuliah Material Keramik telah usai. Cukup menarik. Untuk mata kuliah yang satu ini harus diampu oleh dua orang Doktor. Satu dari BPPT dan satu dari Departemen Metalurgi dan Material.

Tanganku memainkan kursor yang bergerak-gerak di layar komputer. Ya … aku sedang membuka Friendster. Bagiku Friendster adalah lumbung data base yang besar sekali dan kehebatannya data base itu selalu ter-up date secara otomatis. Dengan friendster aku bisa tahu ‘nasib’ teman-temanku, termasuk teman-teman dari mulai SMP sampai sekarang yang kadang-kadang berada di seberang pulau atau samudra.

Sampai siang tadi aku belum pernah sekalipun membuka fitur blog friendster yang terpampang di halaman web itu. Namun siang itu entah kenapa aku terdorong untuk membuka salah satu blog di halaman itu.

Blog itu milik salah seorang teman SMP-ku. Di dalam blog itu terdapat sebuah tulisannya. Tulisan yang muncul karena kegundahannya tentang posisi seorang gadis dalam pernikahan menurut Islam. Ia gundah karena ternyata Islam sendiri tidak adil dalam memperlakukan posisi seorang gadis dalam memasuki pranata pernikahan. Hal itu benar-benar tidak sesuai dengan ‘suara hatinya’. Dan itu membuatnya gundah sebagai seorang muslimah sekaligus seorang feminis yang ingin selalu memperjuangkan kesejajaran dan keadilan bagi kaumnya.

Kegelisahan itu berawal dari ‘pencariannya’ tentang hak seorang gadis untuk memilih suami sesuai dengan keinginannya menurut Islam. Apakah sah pernikahan seorang gadis yang dinikahkan oleh walinya (bapaknya) tanpa persetujuan dan sepengetahuan gadis itu ? Hasil pencariannya menjawab sah. Bahkan walaupun gadis itu tidak suka atau bahkan membencinya ? Hasilnya juga tetap sah.

Pencariannya merujuk pada dua hal. Pertama, merujuk pada pendapat salah seorang temannya. Kedua, merujuk pada sebuah kitab fiqh yang berjudul Fiqh Islam karya H. Sulaiman Rasyid. Dari hasil pencarian itu diperoleh jawaban bahwa pernikahan seorang gadis yang dinikahkan oleh bapaknya tanpa sepengetahuan dan persetujuan si gadis maka pernikahannya itu tetap sah. Hal ini mengganggu suara hatinya. Apakah Islam agama yang fitrah yang sesuai dengan suara hati manusia ?

Saat aku membaca tulisannya aku teringat dengan kisah seorang gadis di zaman Rasulullah yang persis mengalami kejadian seperti yang dikhawatirkan oleh temanku tersebut. Gadis tersebut dinikahkan oleh bapaknya tanpa persetujuan gadis itu sendiri. Saat itu aku berharap segera mengetahui kisah itu secara lengkap. Namun aku baru bisa membuka buku-bukuku di asrama PPSDMS Nurul Fikri malam hari. Setelah membaca ulang literatur tentang topik itu aku sesegera mungkin membuat tulisan ini.

Aku sadar bahwa ilmu agamaku sangatlah mungil apabila diminta untuk menjelaskan persoalan tersebut. Tapi mungkin ini bisa menjadi masukan dan selanjutnya menjadi dialektika yang mendekati kebenaran.

1. Hadits hasan shahih dari Abu Hurairah ra.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,ia berkata; Rasulullah saw telah bersabda: “Seorang janda tidaklah dinikahkan sehingga dimintai pendapatnya. Tidak pula seorang gadis dinikahkan, kecuali dimintai izinnya, dan izinnya ia berupa sikap diamnya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Dalam menaggapi hadits ini para ulama berbeda pendapat. Perlu ditekankan di sini bahwa perbedaan pendapat dalam ilmu fiqh adalah sesuatu yang sangat wajar. Sepanjang sesuai dengan kaidah ushul fiqh dan tidak menerobos hal-hal yang prinsip maka perbedaan pendapat itu dapat ditolelir dan kita diminta untuk berlapang dada terhadap perbedaan pendapat tersebut.

Ulama Kufah dan yang sependapat mengatakan bahwa apabila seorang ayah menikahkan anak gadisnya yang telah baligh tanpa seizinnya sedang anak tersebut tidak menyukai pernikahan tersebut maka pernikahan tersebut menjadi batal (tidak sah). Sedangkan sebagian ulama Madinah berpendapat: diperbolehkan seorang ayah menikahkan puterinya yang masih gadis meskipun ia tidak menukainya.

2. Kisah seorang hamba sahaya

Dari Ibnu Abbas, bahwa ada seorang hamba sahaya yang masih gadis datang kepada Rasulullah saw, kemudian dia melaporkan bahwa dia dikawinkan oleh ayahnya, sedang dia tidak suka dengan laki-laki pilahan ayahnya itu. Lalu Rasulullah saw memberikan pilihan terhadapnya (gadis itu). (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Adz-Dzaruquthni)

3. Kisah dari ‘Aisyah ra.

Dari ‘Aisyah ra, bahwa ada seorang remaja puteri dikawinkan dengan seorang laki-laki kemudian dia berkata, ”Sesungguhnya ayah telah mengawinkanku dengan anak saudaranya agar kehinaannya dapat terangkat karena aku. Sedangkan aku tidak meyukainya.”

Kemudian ‘Aisyah berkata, “Duduklah”, sehingga Rasulullah saw datang. Lalu aku mengabarkannya. Kemudian Rasulullah mengutus seseorang kepada ayahnya untuk mengundangkannya ke rumah Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah menyerahkan perkara tersebut kepada gadis itu. Lalu gadis itu berkata, “Ya Rasululllah, sebenarnya aku telah rela terhadap apa yang telah diperbuat ayahku terhadapku, akan tetapi aku berkeinginan untuk memberitahukan kepada wanita-wanita tentang sesuatu dalam masalah ini.” (HR. An-Nasa’i)

4. Percakapan antara ‘Aisyah ra dengan Rasulullah saw

Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Apakah wanita-wanita harus dimintai persetujuannya jika mereka akan dikawinkan ?”

Rasulullah saw menjawab, “Ya.”

Aku (‘Aisyah ra) bertanya lagi, “Sesungguhnya seorang gadis jika dimintai persetujuannya, kemudian dia diam, karena malu ?”

Rasulullah bersabda, “Diamnya itu adalah persetujuannya.” (HR. Bukhori & Muslim)

5. Kisah antara Hadiqah dan Tsabit bin Qais

Ketika menikah, Hadiqah tidak pernah bertemu dengan Tsabit bin Qais kecuali pada malam pengantin mereka. Sang istri sangat terkejut dengan suami yang dijumpainya pada malam pengantin itu dan secara spontan timbul keinginan untuk berpisah.

Hadiqah berkata kepada Rasulullah, “Tampaklah apa yang tidak saya ketahui pada malam pengantin kami. Saya pernah melihat beberapa orang laki-laki, namun suami saya adalah laki-laki yang paling hitam kulitnya, pendek tubuhnya, dan paling jelek wajahnya. Tidak ada satu kebagusan pun yang saya temui pada dirinya. Saya tidak mengingkari kebagusan akhlak dan agamanya, ya … Rasulullah, tetapi saya takut menjadi kafir jika tidak bercerai darinya. Saya takut jika terus-menerus maksiat padanya karena ketidaktaatan pada suami, dan saya tahu itu menyalahi perintah Allah swt.”

Rasulullah saw memanggil Tsabit dan berkata kepadanya, ”Temui istrimu Hadiqah, dan ceraikan ia sebagaimana layaknya, biarkan mahar itu menjadi haknya.”

Dalam beberapa riwayat yang lain dikisahkan peristiwa yang hampir mirip.

Jadi, walaupun ada sebagian pendapat yang menyatakan sahnya pernikahan seorang gadis yang dinikahkan oleh walinya (ayah) tanpa persetujuan gadis tersebut tetapi pendapat yang lebih kuat dan lebih adil adalah pendapat yang menyatakan batalnya pernikahan seorang gadis yang dinikahkan tanpa izin/persetujuan gadis tersebut. Menurut Ustadz Fauzil Adhim seorang gadis yang tidak diberi kesempatan untuk mengetahui dan mempertimbangkan calon suaminya, berhak memutuskan hubungan pernikahan apabila ia tidak rela terhadap suami oilihan ayahnya.

Kisah-kisah yang dipaparkan di atas juga secara jelas membela hak seorang gadis untuk menilai, memilih, menerima atau menolak calon suami dalam pernikahannya. Hal ini karena suami atau istri adalah pasangan hidup yang akan menemani perjalanan panjang kehidupan kita. Apabila pasangan hidup itu dipaksakan maka pemaksaan itu dapat menjerumuskan seorang anak kepada dosa besar atau bahkan pada kekafiran. Oleh karena itu Islam menolak pemaksaan orang tua atas anak gadisnya agar mau menikah dengan laki-laki pilihan orang tua sedangkan gadis itu tidak menyukainya. Wallahu ’alam.

Sumber:

Syaikh Kamil Muhammad ’Uwaidah, Fiqh Wanita (Edisi Indonesia), Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005, hal. 400-401.

Mohammad Fauzil Adhim, Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2005, hal. 93-99.

Think big, start small, but be persistent

Berfikir besar, mulai dengan hal yang kecil tapi gigih berupaya

(Dr. Marwah Daud Ibrahim)

Masuk UI. Tentu sebuah langkah awal yang cukup sempurna bagi mereka yang baru saja lulus dari bangku SMA. Apa yang mereka inginkan dengan mengenyam pendidikan di kampus terbaik di Indonesia ini ? Jawabannya bisa bervariasi. Ada yang ingin menjadi pejabat pemerintahan, teknolog, dokter, pengacara, sastrawan, atau ada juga yang ingin berpenghasilan ribuan dollar sebulan dengan bekerja di multinational company. Mimpi itu harus dibuat setinggi-tingginya. Sebagaimana yang pernah diutarakan mantan presiden Soekarno di depan para mahasiswa pada zamannya: Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit!

Tentunya apapun impian besar itu akan sangat membutuhkan persiapan, kerja keras, dan keberanian untuk mewujudkannya. Akan lebih baik kalau kita punya role model yang dapat kita contoh untuk mengetahui bagaimana seseorang dapat mewujudkan impian yang begitu hebat itu. Selain itu role model juga dapat menginspirasi dan memotivasi langkah-langkah kita dalam menggapai mimpi besar itu.

Bagi kita yang ingin menjadi teknolog bisa menjadikan Prof. B.J. Habibie sebagai role model. Bila kita ingin kaya, kita bisa mencaritahu bagaimana Bill Gates dan orang-orang super kaya yang lain menjadi orang-orang terkaya di muka bumi ini. Menjadi ekonom seperti Joseph Stiglitz dan Mihammad Yunus yang meraih nobel sekaligus mendobrak sistem ekonomi kontemporer. Menjadi politisi muda seperti senator Barack Obama yang pernah menjadi Jakarta’s street kid lalu kini menjadi salah satu calon presiden Amerika Serikat terkuat dari Partai Demokrat.

Jika sekarang kita di UI apa yang akan kita lakukan untuk memulai mewujudkan impian besar kita tersebut ? Sebaiknya mulailah dengan sesuatu yang sederhana yang tentunya berorientasi pada tujuan akhir kita. Kita perlu membangun kredibilitas kita dengan mempunyai IPK yang tinggi. Tentunya dengan menemukan cara belajar yang terbaik dan konsisten dengan komitmen itu.

Selain itu kita perlu mencari pengalaman organisasi sebagai langkah awal untuk mendukung tercapainya tujuan akhir kita. Di UI ada begitu banyak organisasi. Jika kita ingin belajar bagaimana memenangkan berbagai lomba penulisan tingkat nasional, menulis artikel di berbagai media massa nasional, membuat seminar, berdiskusi dan meneliti kita bisa mendaftarkan di KSM Eka Prasetya UI. Jika kita tertarik dengan kegiatan keagamaan kita bisa mendaftar di Salam UI. Atau jika kita tertarik dengan kegiatan jurnalistik kita bisa mendaftar di Suara Mahasiswa UI.

Ya, semua tergantung dari kita sendari. Ada orang-orang yang bisa membangun gedung-gedung pencakar langit namun ada juga orang-orang yang tak bisa menyelesaikan bangunan kecil yang sederhana dalam hidupnya. Dalam golongan manakah kita akan berada?

Seperti kata Dr. Marwah Daud Ibrahim: think big, start small but be persistent. Mari kita buat sejarah dan mengejar mimpi di sini. Dari Universitas Indonesia!

Telah dipublikasikan dalam media Yellow Spot SALAM Universitas Indonesia

Mafia Pendidikan

We, as Indonesian, have to have the highest standard with respect to our attitudes and views on education and nurturing the future of our nation. It is time that we treat education and the future generation as the most important priorities of our country.

(Prof. Nelson Tansu, PhD)

Cukup pahit memang rekam sejarah pendidikan di negeri ini. Peringkat Indonesia dalam bidang pendidikan secara umum terus melorot jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Parameter kualitas sumber daya manusia Indonesia yang merefleksikan kualitas pendidikan kita setidaknya diwakili oleh Human Development Indeks yang dikeluarkan oleh UNDP.

Dalam laporan tersebut diketahui bahwa sejak tahun 1997 peringkat HDI Indonesia terus mengalami penurunan. Tahun 1997, HDI Indonesia berada pada peringkat ke-99. Pada tahun 2002, HDI Indonesia berada pada posisi ke-102, kemudian pada tahun 2004 melorot ke posisi ke-111 dari sekitar 177 negara di dunia.

Bahkan berdasarkan laporan dari UNESCO dan World Bank dalam Indonesia Education Sector Review, Indonesia adalah negara dengan pembiayaan pendidikan yang paling rendah. Tak heran kalau daya saing bangsa ini juga begitu rendah. Dari 47 negara Asia yang diteliti Indonesia menempati urutan ke-45 dalam hal daya saing. Dengan kata lain setidaknya masih peringkat ke-3 (dari bawah).

Padahal kalau kita menengok anggaran pendidikan yang diamanatkan oleh UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, Indonesia seharusnya menganggarkan 20% dari APBN untuk membiayai pendidikan. Tetapi kenyatan di lapangan anggaran pendidikan Indonesia tidak pernah lebih dari 10%. Kalau dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia kita pasti akan merasa kerdil karena mereka menganggarkan 45% dari APBN untuk membiayai pendidikan mereka.

Diskursus anggaran pendidikan ini tak lepas dari alokasi yang timpang dari APBN Indonesia. Porsi pembiayaan untuk pembayaran utang Indonesia mencapai 25% APBN. Alokasi anggaran inilah yang merampas hak-hak pendidikan Indonesia. Hal inilah yang mendorong tumbuhnya model sistem pendidikan yang kapilatistis di Indonesia.

Di titik inilah para mafia pendidikan mulai masuk dan bermain. Para mafia ini dapat bermain karena memang pemerintah juga membutuhkan tenaga mereka sebagai legitimasi dari rendahnya anggaran pendidikan nasional. Para mafia ini umumnya mempropagandakan kebaikan dari nilai-nilai liberalisasi dan privatisasi termasuk di dalamnya adalah kapitalisasi pendidikan. Dengan kedok peningkatan kualitas karena adanya kompetisi, para mafia ini mempromosikan pembebanan kenaikan biaya pendidikan kepada masyarakat. Alih-alih sebagai upaya untuk menutupi alasan pemerintah karena anggaran pendidikan yang tidak memadai. Sebuah perisai dari kemampuan pembiayaan anggaran pendidikan yang impoten!

Dalam skala yang lebih luas para mafia ini juga menjalin kerja sama dengan jaringan neoliberal global. Tanggal 31 Oktober 1997, ketika LoI pertama ditandatangani oleh Indonesia yang disaksikan oleh pejabat IMF di Pasifik Michael Camdesus dengan angkuhnya, menandai dimulainya gerakan neoliberal. Gerakan ini secara lembut mempropagandakan deregulasi ekonomi, liberalisasi dan privatisasi. LoI demi LoI yang ditandatangani merupakan payung hukum internasional yang memaksakan struktur hukum nasional untuk tunduk dan patuh terhadap nafsu neoliberalisme.

Maka tak heran kalau kemudian pendidikan di Indonesia pun ’diperkosa’ ke dalam sistem pendidikan yang liberal dan kapitalistis. Sesuatu yang mengherankan adalah para mafia itu merasa bangga melakukan pemerkosaan itu yang dicitrakan dapat menyelamatkan nyawa pendidikan di Indonesia.

Prof. Nelson Tansu, PhD adalah seorang profesor nanoteknologi dari Lehigh University kelahiran Medan yang menyelesaikan program PhD di University of Wisconsin dalam usia 25 tahun. Beliau pernah mengatakan, “We, as Indonesian, have to have the highest standard with respect to our attitudes and views on education…” Nasihat beliau ini terasa mewakili keinginan kita untuk berbicara kepada para mafia itu. Apakah para mafia itu mau mendengarnya? Semoga.

Akhir-akhir ini bencana alam datang silih berganti bak arisan ibu-ibu di komplek-komplek. Banjir, longsor, kebakaran dan kekeringan seolah begitu setia menemani negeri ini. Inilah buah pahit dari apa yang telah kita tanam kemarin: eksploitasi besar-besaran yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Kalau mau berpikir lebih jernih, bencana ini hanyalah stadium awal dari bencana besar yang akan menimpa bumi dan kehidupan masa depan !

Sungguh miris sekali kalau kita melihat apa yang telah kita lakukan selama beberapa dekade terakhir ini terhadap alam. Berdasarkan laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), setidaknya terjadi laju deforestasi 1,2 % per tahun luas hutan di Indonesia dalam dua dekade terakhir. Ini setara dengan kehilangan 2,8 juta hektar per tahun. Pembalakan tercepat di dunia !

Kelakuan ini menyebakan kerugian yang tidak sedikit. Degradasi ekosistem menjadi hal yang tak terhindarkan lagi. Lahan kritis melonjak tajam. Dalam waktu kurang dari 5 tahun, lahan kritis meningkat hingga 74 juta hektar. Lahan kritis ini menyebabkan rentetan bencana lain: banjir, longsor, kebakaran hutan, dan bahkan kerusakan terumbu karang karena peningkatan material erosi ke laut. Selain itu, secara ekonomi menyebabkan turunnya produktifitas hasil hutan. Pada tahun 2004 tercatat produksi kayu bulat tinggal 13,5 juta m3, padahal tujuh tahun sebelumya mencapai 29,5 juta m3.

Jika ditelusuri lebih jauh, semua bencana itu bermula pada ketimpangan antara permintaan dan penawaran alam. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh WWF International dalam Living Planet Report 2006, ecological footprint (tingkat konsumsi) dunia saat ini sudah melebihi biocapasity (kapasitas alam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi). Bahkan grafik tingkat konsumsi terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sementara kapasitas alam cenderung tetap.

Ecological footprint yang lebih besar dari biocapasity ini menyebabkan adanya “hutang kehidupan” kepada generasi masa depan. Dengan kata lain, tingkat konsumsi generasi saat ini melebihi kemampuan alam dalam memproduksi kebutuhan. Hal ini akan menyebabkan turunnya kemampuan alam dalam menyediakan kebutuhan konsumsi generasi masa depan. Tanpa sadar kita telah mengambil sebagian hak kehidupan anak cucu kita.

Padahal jika kita mau kehidupan ini berkelanjutan kita tidak boleh mengganggu kemampuan generasi masa depan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka (The Brundland Report: 1987). Kalau sudah begitu, tidak hanya ekosistem yang akan terancam tetapi juga bumi dan semua kehidupan yang melingkupinya terancam untuk tidak berkelanjutan.

Ecological footprint yang terus melonjak ini dipicu oleh ukuran perusahaan-perusahaan di dunia yang semakin membesar. Perusahaan saat ini mampu melakukan kapasitas produksi berlipat kali lebih banyak dari masa sebelumya. Seringkali persaingan usaha memaksa mereka melakukan produksi tanpa memikirkan kapasitas alam menyediakan bahan baku dalam jangka panjang.

Maka sudah seharusnyalah semua perusahaan secara proaktif mengambil peran demi terpeliharanya bumi dan kelangsungan kehidupan. Wujud peran dan tanggung jawab itu dapat direalisasikan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Inilah kado untuk memelihara bumi dan kelangsungan kehidupan.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan dari CSR ini untuk menjaga bumi dan kehidupan. Secara garis besar fungsi tersebut dibagi menjadi dua yaitu: (a) menurunkan ecological footprint, dan (b) menaikkan biocapasity.

Usaha yang dapat dilakukan untuk menurunkan ecological footprint ini diantaranya adalah mendukung program yang ditujukan untuk menurunkan populasi, mendukung dan mengkampanyekan efisiensi energi pada industri dan rumah tangga. Selain itu juga menggunakan mesin-mesin yang hemat bahan bakar dan meminimalkan pembuangan limbah/sampah dengan peningkatan sistem daur ulang yang efisien. Sedangkan usaha untuk menaikkan biocapasity dapat dilakukan dengan mereklamasi lahan kritis sehingga dapat berfungsi kembali sebagai media produksi tanaman dan pengatur tata air. Selain itu juga dapat dilakukan dengan mendukung riset dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan kapasitas alam.

Sudah saatnya dunia mengambil pelajaran dari rentetan bencana yang begitu pahit ini. Pelaksanaan CSR harus dimulai sekarang juga demi terpeliharanya bumi dan kelangsungan kehidupan. Semoga !

Esai ini telah mendapatkan Juara Harapan dalam Lomba Esai Majalah SWA dan PT Newmont dan telah dipublikasikan di Majalah SWA Edisi Juni-Juli 2007

Hukum kosmik telah menentukan bahwa setiap unsur mikro pembentuk materi mempunyai karakter yang unik dan beraneka ragam. Unsur-unsur ini membentuk persenyawaan makro yang kompleks dengan karakter tertentu. Persenyawaan makro ini pada akhirnya bermuara pada klasifikasi yang sama sekali berbeda yaitu materi hidup dan materi tak hidup. Inilah alur yang mengawali universalisme tata materi dan perubahan dunia kosmik.

Baru-baru ini Departemen Metalurgi dan Material UI menerima sampel material jembatan yang rubuh di Baturaden dari pihak kepolisian. Departemen diminta untuk menganalisa penyebab kerusakan material jembatan tersebut atau sering disebut dengan istilah failure analysis. Dari failure analysis ini akan keluar analisa penyebab kerusakan material jembatan. Failure analysis ini sangat terkait dengan analisa yang sangat penting dalam penelitian tersebut. Analisa ini dikenal dengan nama micro structure analysis.

Dalam studi ilmu material semua sifat-sifat materi sangat ditentukan oleh struktur mikro pembentuk materi. Setiap perubahan struktur mikro akan menyebabkan perubahan sifat-sifat materi seperti kekuatan, keuletan dan ketahanan terhadap beban. Itulah sebabnya kita bisa menggunakan struktur mikro itu sebagai rekaman yang bisa mengungkap penyebab dibalik setiap kerusakan materi.

Masih ingat dengan peristiwa tenggelamnya kapal Titanic di Samudra Atlantik? Kalau diperhatikan proses tenggelamnya kapal mewah itu sungguh unik. Titanic tenggelam setelah terbelah menjadi dua bagian padahal para ahli sudah merancang kapal tersebut dengan keuletan dan daya tahan yang cukup. Peristiwa ini terjadi karena suhu dingin di Samudra Atlantik menyebabkan perubahan kelakuan mikro atom-atom pembentuk materi. Atom-atom materi Titanic sudah tidak lagi bervibrasi dengan fleksibilitas yang cukup elastis untuk menahan bebannya sendiri.

Seorang ahli ilmu material dari The University of Utah bernama William D Callister menuliskan bahwa sebenarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia terhadap materi tak hidup melewati diagram material linear interrelationship. Diagram tersebut menjelaskan adanya jembatan penghubung antara aktivitas (processing) dan sifat-sifat (properties) yaitu struktur mikro. Semua aktivitas manusia terhadap materi tak hidup pada hakikatnya adalah perlakuan terhadap struktur mikro materi tersebut. Konstruksi mikro itu menyebabkan sifat-sifat tertentu yang dapat dirasakan manusia.

Fenomena tersebut mengantarkan kita pada konsep micro-invisible factor materi tak hidup. Sebuah konsep dimana suatu konstruksi mikro yang tak terlihat mata telanjang bisa mendominasi karakter kebendaan. Konsep ini sebenarnya secara sadar atau tidak telah menyertai manusia selama umur peradaban manusia itu.

Micro-invisible factor ini tak hanya terjadi pada materi tak hidup saja tetapi juga terjadi pada materi hidup seperti manusia. Sebagaimana materi tak hidup, pada manusia micro-invisible factor itu bernama alam bawah sadar dimana semua perbuatan dan sifat-sifat individu berakar darinya.

Inilah salah satu bentuk universalisme antara manusia dan kebendaan. Ujung percabangan antara keduanya terletak pada micro-invisible factor ini. Dari sini kita bisa memperoleh sketsa konstruksi dari perbandingan keduanya.

Pada materi tak hidup rekonstruksi micro-invisible factor dilakukan dengan memainkan berbagai variabel fisik, kimia dan termodinamika yang mengubah konstruksi mikro. Sedangkan pada manusia rekonstruksi ini dilakukan sebagaimana teori yang disampaikan oleh Robert Wiener yaitu information theory.

Information theory menjelaskan bahwa rekonstruksi alam bawah sadar manusia mirip seperti yang terjadi pada komputer. Lambang-lambang dan simbol-simbol informasi dapat dimasukkan secara terus-menerus ke dalam alam bawah sadar manusia. Suatu saat lambang dan simbol yang berupa pengalaman dan pengetahuan itu dapat muncul dalam bentuk perbuatan dan tindakan manusia.

Sistem alam bawah sadar yang sudah terbentuk dapat menggerakkan sistem syaraf dan otaknya secara otomatis. Hal ini menyebabkan pengendalian individu untuk melakukan perbuatan fisik sesuai dengan lambang dan simbol dari alam bawah sadar tersebut.

Materi yang baik dapat tercipta dengan memberikan berbagai perlakuan yang dapat mengubah struktur mikro yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas sifat materi. Sebagaimana materi, manusia yang baik dapat tercipta dengan memberikan simbol dan lambang informasi yang tepat sehingga dapat mengkonstruksi alam bawah sadar manusia.

Dari konsep ini kita bisa memahami pengaruh lambang dan simbol informasi terhadap pembentukan karakter bangsa. Ketidakdisiplinan dan segala bentuk kerendahan kecerdasan emosi yang melekat pada bangsa ini sesungguhnya ditentukan oleh seberapa baik alam bawah sadar bangsa. Alam bawah sadar ini ditentukan oleh seberapa baik kita menata puzzle-puzzle simbol dan lambang informasi ke dalamnya.

Dalam hal ini kecerdasan bangsa sangat berpengaruh dalam penataan puzzle-puzzle itu. Apakah selama ini bangsa Indonesia tidak cerdas menyusun puzzle-puzzle alam bawah sadar anak-anaknya ? Kalau jawabannya positif, paling tidak hal itu adalah jawaban untuk masa silam. Bagaimana dengan jawaban masa depan ? Tentunya itu akan ditentukan oleh pemuda-pemuda saat ini.

Telah dipublikasikan olah Teknika Paper Edisi Juni 2007

Older Posts »