Perbincanganku dengan seorang teman membuatku berpikir lebih dalam tentang aktivitas mengingat dan melupakan sesuatu. Sekilas aktivitas itu merupakan aktivitas yang sudah biasa dan wajar. Namun jika kita lihat lebih dalam ada sesuatu yang bisa kita manfaaatkan lebih banyak. Mengingat dan melupakan berkaitan dengan semua hal yang berhubungan dengan perasaan. Ia berkaitan dengan bahasa cinta, kasih sayang, dan semua yang melingkupinya. Ia berkaitan dengan impian, cita-cita dan semangat. Ia berhubungan dengan perasaan kehilangan, kesedihan, dan rasa sakit yang tak terhingga. Dialah yang menjelaskan kebangkitan dan keterpurukan.
Menurutku mengingat itu seperti memutar kembali rekaman video. Semakin tinggi kualitasnya semakin jelas gambarnya. Semakin lebur pula diri kita bersamanya. Mungkin seperti itulah aktivitas yang terjadi dalam proses mengingat di dalam kepala kita. Proses mengingat ini secara sadar atau tidak akan berujung pada dua kesimpulan besar: i) kesedihan dan ii) kegembiraan.
Kesedihan adalah manifestasi dari kegagalan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau kehilangan dari sesuatu yang sangat kita cintai, apapun itu. Tingkat kesedihan berbanding lurus dengan seberapa besar kita mencintai sesuatu itu. Semakin kita mencintai semakin tinggi pula tingkat kesedihan yang terjadi bila kita gagal mendapatkannya atau kehilangan darinya. Pematik dari kesedihan itu berawal dari proses mengingat. Mengingat bahwa kita telah gagal mendapatkan sesuatu yang sangat kita impikan atau mengingat bahwa kita kehilangan sesuatu yang sangat kita cintai.
Bagian ini adalah bagian yang paling berat. Setiap orang hampir pasti mengalami bagian ini. Air mata adalah teman setianya. Kesedihan yang dalam dapat mengubah seseorang menjadi manusia yang tidak dapat kita bayangkan sebelumnya. Seringkali kita tidak dapat menghindar dari mengingat kesedihan itu. Saat itu kita seperti memutar rekaman kehidupan masa silam yang menyedihkan. Kemudian kita luluh dan lebur bersama potongan gambar-gambar itu. Ketika itu terjadi maka cara kerja kesedihan pun dimulai. Perasaan kehilangan dan sakit yang sangat membuat seseorang luluh lantak dan tidak berdaya. Dalam kondisi seperti itu rekaman dan potongan gambar-gambar itu, secara sengaja atau tidak, akan masuk kembali dan menyeruak memenuhi ruang ingatan kita. Semakin lama kita berada di bagian ini semakin lama pula kita menderita dan terus tak berdaya dalam kesedihan.
Aku pernah masuk ke dalam bagian yang berat ini. Aku juga yakin orang-orang seusiaku juga pernah masuk ke dalam bagian ini. Tidak mudah memang untuk keluar dari wilayah ini. Tapi kita HARUS keluar dari sini. Menurutku jalan keluar terbaik adalah melupakan. Melupakan semua potongan gambar-gambar yang menyakitkan dan melupakan semua rekaman kehidupan masa silam yang menyedihkan itu. Menjadi manusia baru yang penuh semangat.
Proses mengingat juga akan mengantarkan seseorang ke tempat yang sama sekali berbeda dari kasus pertama. Mengingat juga akan berujung pada kegembiraan. Kegembiraan dapat didefinisikan sebagai kesedihan secara terbalik yaitu menifestasi dari keberhasilan mendapatkan sesuatu yang kita sukai atau menemukan sesuatu yang kita inginkan. Saat seseorang berada dalam kondisi ini ia akan merasakan sesuatu yang menyenangkan. Menurutku mengingat kegembiraan lebih sulit dari mengingat kesedihan. Ingatan tentang kegembiraan lebih cepat luntur seiring waktu. Bahkan karunia kegembiraan yang terus menerus akan melunturkan rasa nyaman kegembiraan itu sendiri. Pada titik tertentu seseorang tidak akan bersyukur atas karunia yang telah diberikan kecuali bila karunia itu dicabut. Itulah cara Tuhan agar kita tidak lupa atas pemberianNya.
Mengingat kegembiraan juga berarti memutar rekaman video masa depan yang belum ada saat ini. Proses ini seperti melihat miniatur maket pada gedung yang belum dibangun. Seolah-olah seperti menghadirkan kegembiraan masa depan yang belum ada ke masa kini. Seperti mencicipi kegembiraan masa depan. Mengingat “maket” berarti pula mengingat impian, mencengkram cita-cita, mengobarkan semangat dan mengejar harapan. Mengingat “maket” tidaklah mudah. Pada saat-saat tertentu seseorang akan melupakan miniatur gedung impiannya. Saat itu pula ia telah melupakan impiannya.
Untuk seseorang yang saat ini sedang berada dalam kesedihan, lupakanlah kesedihan itu. Sambutlah masa depan yang cerah. Untuk seseorang yang saat ini sedang dalam kegembiraan, jangan pernah lupa bahwa itu adalah karunia. Bersyukurlah.
Untuk Icha Novrika Olantia, Pita Feita Puspita Murti, Kiki Aulia Rizkyta, Siska Neni Presiskawaty dan Rini Fadhillah Putri.
Inspired by Icha